Rabu, 12 Agustus 2026

PANGKAS STUNTING HINGGA ZERO CASE: "GEJOLAK CATIN" Inovasi Jemput Bola Desa Penagih Dangin Puri

 

 Mengurai Benang Kusut Stunting dari Hulu Melalui Kolaborasi Lintas Sektor, Optimalisasi Dana Desa, dan Peran Aktif Pendamping Desa
Oleh: Susilawati, SE, MM*) 

Penanganan stunting di Indonesia selama ini sering kali terfokus pada intervensi hilir, yakni ketika anak sudah lahir dan terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan. Padahal, kunci utama pencegahan stunting terletak jauh sebelum kehidupan baru itu dimulai: pada masa calon pengantin.

Akar Masalah: Mengapa Harus Calon Pengantin 

 
Calon pengantin perempuan yang mengalami masalah gizi, seperti anemia atau Kurang Energi Kronis (KEK), memiliki risiko tinggi melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang menjadi pintu masuk utama stunting. Menyadari tantangan ini, Pemerintah Desa Penatih Dangin Puri mengambil langkah preventif yang progresif dan responsif. Digagas bersama Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), desa meluncurkan program bernama "Gejolak Catin" (Gerakan Pendampingan Calon Pengantin). Program ini tidak sekadar menanti calon pengantin datang ke fasilitas kesehatan, melainkan menerapkan sistem "jemput bola" dengan mendatangi langsung rumah warga yang akan melangsungkan pernikahan.

"Gejolak Catin" dirancang untuk memberikan pendampingan komprehensif kepada setiap pasangan calon pengantin di wilayah Desa Penatih Dangin Puri. Melalui program ini, tim gabungan secara aktif mendatangi kediaman calon pengantin menjelang hari pernikahan mereka. Dalam setiap kunjungan jemput bola, terdapat serangkaian intervensi medis dan edukatif yang dilaksanakan secara langsung: :

1.     Pemeriksaan Kesehatan Fisik & Medis: Tim dokter dan tenaga medis dari Puskesmas Denpasar Timur II melakukan skrining kesehatan lengkap, meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, serta penilaian status gizi. Edukasi Kesehatan Pranikah & Gizi Ibu Hamil.

     "Gejolak Catin" dirancang untuk memberikan pendampingan komprehensif kepada setiap pasangan calon pengantin di wilayah Desa Penatih Dangin Puri. Melalui program ini, tim gabungan secara aktif mendatangi kediaman calon pengantin menjelang hari pernikahan mereka. Dalam setiap kunjungan jemput bola, terdapat serangkaian intervensi medis dan edukatif yang dilaksanakan secara langsung.

1.     Pemeriksaan Kesehatan Fisik & Medis: Tim dokter dan tenaga medis dari Puskesmas Denpasar Timur II melakukan skrining kesehatan lengkap, meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, serta penilaian status gizi. Edukasi Kesehatan Pranikah & Gizi Ibu Hamil:

2.    Memberikan konseling mendalam mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang, kesiapan fisik dan mental sebelum hamil, serta pencegahan risiko penyakit saat kehamilan.

3.    Pemberian Suplementasi: Menyalurkan vitamin dan tablet penambah darah bagi calon pengantin wanita yang terindikasi membutuhkan asupan nutrisi tambahan. 

 

 

 PRINSIP UTAMA PROGRAM

 "Pencegahan stunting bukan sekadar memberi makanan tambahan pada balita, melainkan memastikan calon ibu berada dalam kondisi fisik dan gizi optimal sebelum benih kehidupan ditanamkan."

Kolaborasi Konvergensi Lintas Sektor & Peran Tokoh Adat

Kunci keberhasilan inovasi "Gejolak Catin" terletak pada kuatnya komitmen konvergensi lintas sektor. Pelaksanaan di lapangan mengintegrasikan berbagai unsur formal maupun kultural masyarakat Bali: Pemerintah Desa (Kasi Kesejahteraan sebagai pelaksana/pengelola kegiatan dan Pelaksana Kewilayahan) bekerja bahu-membahu dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, Penyuluh KB, serta tim medis Puskesmas Denpasar Timur II. Di tingkat akar rumput, pergerakan dipelopori oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Istimewanya, Desa Penatih Dangin Puri merangkul Kelian Adat (tokoh masyarakat di masing-masing dusun). Peran Kelian Adat sangat krusial dalam memberikan informasi awal mengenai warga yang akan melangsungkan pernikahan, sehingga tim jemput bola dapat menjangkau target sasaran secara presisi tanpa ada yang terlewat. Target pendampingan ini mencakup sedikitnya 10 pasangan calon pengantin setiap tahunnya.

Kiprah Vital Tenaga Pendamping Profesional (TPP) / Pendamping Desa

Di balik sukses tata kelola program ini, keberadaan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) / Pendamping Desa memegang peranan strategis sebagai katalisator dan fasilitator program. Pendamping Desa tidak hanya Praktik Baik Penanganan Stunting - Desa Penatih Dangin Puri bertindak sebagai pengawas, melainkan terlibat aktif sejak fase hulu perencanaan anggaran hingga pengawalan konvergensi di tingkat desa. Peran konkret Pendamping Desa meliputi:

1.    Pendampingan Perencanaan (RKP Desa & APBDesa): Memfasilitasi proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun Anggaran 2023, mengawal pengajuan proposal kegiatan konvergensi stunting agar mendapatkan porsi penganggaran yang memadai dalam APBDesa. Hasilnya, APBDesa 2023 mengalokasikan alokasi anggaran sebesar Rp 401.483.517,-untuk mendukung bidang kesehatan dan konvergensi stunting.

2.     Pengawalan Pelaksanaan Konvergensi: Mendampingi Kasi Kesejahteraan dan KPM dalam memetakan sasaran, memastikan alur koordinasi antarlembaga berjalan harmonis, serta memantau ketercapaian indikator program.

3.   Pemberdayaan & Akuntabilitas: Mengasistensi pelaporan praktik baik agar dapat didokumentasikan secara transparan, akuntabel, dan menjadi modal replikasi bagi desa-desa lain.

 Dampak Nyata: Dari 1 Kasus Menuju Bebas Stunting (Zero Stunting

 

Upaya berkelanjutan dan intervensi yang presisi ini membuahkan hasil luar biasa. Berdasarkan data evaluasi program, Desa Penatih Dangin Puri berhasil mencatatkan penurunan kasus yang sangat signifikan: Pada tahun 2023, tercatat masih terdapat 1 kasus stunting di wilayah desa. Namun, melalui penguatan program "Gejolak Catin" dan konvergensi penanganan stunting yang masif, pada tahun 2024 Desa Penatih Dangin Puri resmi mencapai 0 kasus (Zero Stunting Case). Kesadaran masyarakat—khususnya para calon pengantin— untuk memeriksakan kesehatan diri sebelum menikah pun meningkat pesat.

Pelajaran Penting Bagi Pengambil Kebijakan dan Kader Desa

Pengalaman Desa Penatih Dangin Puri menyajikan pelajaran berharga yang patut diteladani oleh para pemangku kebijakan, kepala desa, dan kader pencegahan stunting di seluruh Indonesia:

1.      Keberanian Alokasi Dana Desa: Komitmen penganggaran Dana Desa untuk bidang kesehatan bukanlah beban keuangan, melainkan investasi sumber daya manusia jangka panjang yang memberikan return nyata berupa generasi bebas stunting.

2.  Pendekatan Berbasis Budaya Lokal: Keterlibatan Kelian Adat membuktikan bahwa pendekatan struktural pemerintah akan jauh lebih efektif jika dipadukan dengan kearifan lokal dan tokoh adat yang dipercaya masyarakat. Perubahan Paradigma Preventif: Mengubah fokus penanganan stunting dari sekadar pembagian makanan tambahan (kuratif/rehabilitatif) menjadi skrining gizi dan kesehatan pra-nikah (preventif hulu) 13/08/2026

* Penulis adalah Ketua Bidang Koordinator Sosial dan Budaya TPP Pusat Kemendesa PDT , Narasumber TPP Denpasar Timur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kedaulatan Desa: Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan Untuk Indonesia, Refleksi HUT RI ke 81

  Kedaulatan desa bukanlah sebuah hadiah yang diberikan,  melainkan hak asasi sebuah bangsa yang merdeka. Membangun desa berarti membangun I...